Thursday, March 26, 2015

Untukku, Kamu, dan Kita Semua


Assalamualikum..

Ketika kita sudah berniat melangkahkan kaki dengan semangat untuk berubah menjadi yang lebih baik, berubah semata-semata ingin mendapatkan ridho-Nya. Banyak sekali ujiannya ketika sedang  diperjalanan menuju perubahan. Semalam aku dapat pesan singkat dari salah satu adik tingkat di kuliah. Lebih kurang pesannya seperti ini.

                ”Mbak, dulu mbak pernah bilang ke kami kalo mbak dulu tidak seperti sekarang. Dulu mbak hanya membungkus aurat bukan menutup aurat. Ketika mbak memutuskan untuk berjilbab sesuai syari’at. Adakah rintangannya? Orang-orang yang menghina dan membicarakan mbak sepanjang mbak melakukan perubahan itu?”

        Aku langsung teringat kejadian beberapa tahun yang lalu, ketika ada yang bilang.

                “Popi, nggak panas apa pake kerudung double, bajunya tebal pake rok lagi”

                Saat itu emosiku belum terkendali aku hanya menjawab lebih panas api neraka kok” dengan intonasi  yang agak ketus namun mata yang berkaca-kaca. Dan itu hanya salah satunya banyak sekali kicauan diluar sana tentang saya. Sok alim, baru masuk kuliah sudah seperti itu, emak-emak pengajian, ibuk ustadzah, ah banyak sekali. Sempat aku beputus asa ingin berhenti, tapi untungnya aku memiliki lingkungan yang selalu mensuport. Selesai kuliah aku selalu membuka laptop dan memanfaatkan wifi kampus di Alfarabi (Masjid Kampus). Aku banyak bertemu orang-orang yang berkerudung panjang, menggunakan rok  dan gamis, cantik sekali. Mereka berkumpul, belajar , kadang saling bercanda membahas topik tentang someone hehe. aku ingin sekali seperti mereka. memiliki teman-teman yang sepaham dan saling menguatkan.

                Karena hampir setiap hari aku ke Alfarabi, tiba-tiba ada yang mengajakku untuk bergabung di sebuah Radio kampus. Disana aku bertemu orang-orang yang selalu menguatkan. Membuatku untuk selalu istiqomah dan selalu belajar tentang agama islam.

                Kalo berjumpa dengan hal demikian, ingat saja firman Allah, insyaallah bisa menguatkan.

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-ahzab 59)

                 Kalo kita sudah ingat perintah yang Maha Kuasa, hati kita akan tenang dan kita akan yakin kalo Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita. Meski banyak halangan dan rintangan. Masih banyak firman Allah yang memerintahkan kita untuk menutup aurat seperti surah An-nur 31. *buka al-qur’annya ya …

                dan menutup aurat adalah kewajiban sebagai muslimah, akhlaq akan pelan-pelan membaik kalo kita juga berusaha memperbaikinya. Kalimat yang sering aku dengar tentang jilbab adalah “ jilbabin dulu hatinya baru berjilbab yang sesungguhnya” .  katakana saja kepada mereka bahwa antara Jilbab dan Akhlaq adalah dua hal yang berbeda”. Berjilbab adalah murni perintah Allah, wajib untuk wanita muslim yang telah baligh tanpa memandang ahklaqnya baik atau buruk. Sedangkan akhlaq adalah budi pekerti yang bergantung pada pribadi masing-masing. Jika seorang wanita melakukan pelanggaran, itu bukan karena jilbabnya, namun karena akhlaqnya. Yang berjilbab belum tentu beraqhlaq mulia, yang berakhlaq mulia pasti berjilbab. Wallahua’alam.

                Ketahuilah wahai teman-teman, adik-adik semuanya. Perubahan mencari ridho Allah itu memang tidak mudah, butuh perjuangan. Tapi itulah namanya kita mengejar surga Allah. Allah memberikan ujian tentu kita mampu menghadapinya. Tetaplah bertahan ditengah terjangan ombak, jadikan pembelajaran. Dan teruslah belajar. Belajar sabar,belajar ikhlas, dan belajar memafkan orang lain. Seperti kesalahan-kesalahan orang yang sudah menertawaakan perubahan kita, untuk apa menyimpan dendam, berikan senyuman termanis kita dan doakan saja semoga mereka bisa ikut memperbaiki diri bersama kita. Banyak sekali yang bisa kita pelajari. Belajar tidak hanya tersurat tapi juga belajar dari hal-hal yang tersirat. Belajar dengan alam misalnya. Teruskan perubahan itu, semoga selalu istiqomah di jalan-Nya.

Semangat pagi, jum’at yang berkah …

                Wassalamualaikum..

2 comments:

  1. Wa'alikumsalam Wr. Wb.

    Alhamdulillah bahagia sekali melihat semangat penulis muda bergairah kembali. Semoga menjadi ladang ilmu bermanfaat yang terus mengalir. Menginspirasi dan Memotivasi Perubahan.

    "Ahli di bidang yang tidak penting membuat kita nothing. Ahli di bidang yg PENTING membuat kita jadi Sosok Penting."

    Saya yakin, ini salah satu bidang keahlian Penting Popi.
    Tetap Istiqomah.

    Ditunggu tulisan berikutnya.

    ReplyDelete
  2. terimakasih kak Rio sudah berkenan mampir di blog yang masih acak-acakan ini.
    aamiin semoga tetap istiqomah menebar manfaat dimanapun, kapanpun, dan kepada siapapun. termasuk lewat tulisan.

    ReplyDelete

ditunggu kritik dan sarannya ya,