Tuesday, May 19, 2015

WISATA HATI

Assalamualaikum wr.wb.


Hari ini aku kembali menemukan titik dimana aku wajib untuk bersyukur, perjalanan hari ini memang melelahkan, hadirnya lelah membuatku untuk semakin mengabaikannya. Akan selalu ada cara mengusir lelah. Mirisnya  hari ini ketika hati ikut tersayat-sayat, andai saja aku mengabaikan sang Pencipta yang Maha Hebat (ALLAH SWT) mungkin aku sudah terjatuh ke dalam lumpur keputus asaan.

Wahai hati, aku yakin aku bisa menopang masalah demi masalah yang datang, aku selalu beranggapan bahwa hadirnya masalah adalah bentuk care Allah terhadap saya. Allah pasti memiliki maksud dan tujuan yang terbaik untuk diriku sendiri.

Tak pantas untukku mempersalahkan masalah, tak pantas untukku jika tidak bersyukur. Pengetahuanku sangat terbatas, Allah maha tau yang terbaik untuk umatnya.

Sekelumit cerita hari ini, kritikan yang menyayat hati terkadang memang harus ada agar aku selalu bergerak, agar tidak mudah untuk merasa puas terhadap hasil, dan akhirnya terlena lalu bersantai ria. Hey, air yang diam saja lama-lama akan mengeluarkan bau tak sedap, berlumut, kotor, dan tak layak untuk digunakan. Sama halnya dengan manusia, jika terus berdiam tanpa gerakan? Apa yang akan terjadi? *renungkan*

Terimakasih untuk dosenku atas kritikan pedasnya dan semoga akan segera berubah rasa menjadi manis, teman-teman menganggap dosen ini adalah dosen terkiller di jurusan , namun aku tidak pernah cemas dan takut karena tak ada yang layak ditakuti kecuali Allah. 

Sejak masuk semester tiga aku selalu disebut anak emas dosen terkiller, banyak celetukan-celetukan aneh yang terdengar ditelingaku. Tapi aku tak pernah menghiraukannya karena aku tidak seperti yang mereka kira. Bukan hanya satu dosen tapi rata-rata dosen tidak ada yang benci atau tidak suka denganku Alhamdulillah. Jurusnya simpel aku hanya memberikan yang terbaik, baik di jam kuliah (sedang belajar) ataupun ketika diluar jam kuliah saat disuruh-suruh, diminta bantuan, ambil ini ambil itu, selagi perintah yang masih wajar dan positif selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dan satu lagi ikhlas karena Allah bukan karena nilai, cari muka, cari perhatian, de el el . Hanya itu jurusnya.

Bahkan dosen terkiller menjadi dosen pembimbing skripsiku, dan Alhamdulillah judul sudah di acc bukan di acc tapi memang dikasih judul, dari sebanyak mahasiswa seangkatan aku pertama kali  yang diberikan judul skripsi. Nikmat Allah yang mana lagi yang hendak di dustakan? Doakan agar selalu semangat menggarap proposal hingga nanti sampai selesai.

Dan hari ini hasil ujian mendadak minggu kemarin tidak  sesuai dengan harapan, aku tau si dosen juga kecewa, aku hanya menunduk malu tak bisa berkata apa-apa, ku genggam pena di tanganku seraya berkata didalam hati ‘ini tidak bisa dibiarkan’ NOL BESAR, mataku berkaca-kaca aku harus mencari jalan keluar, selesai jam kuliah aku segera berkeliling perpustakaan tetangga mencari buku-buku. Aku berjanji aku akan memperbaiki NOL BESAR itu menjadi SATU SATU NOL.
Dipenghujung senja,  selepas shalat asar bersiap-siap akan mengikuti kajian rutin Kajian Kitab Ushul Iman dan pada akhirnya tidak terlaksana. Rugi sekali ya Allah, aku haus, haus akan ilmu agama-Mu. Sedikit sekali yang aku tau, aku malu sungguh malu dihadapan-Mu. Di usia saat ini aku benar-benar malu, aku hamba-Mu yang berlumur dosa dan sangat hina dihadapan-Mu. Semoga Engkau senantiasa memberikan naungan dan kesempatan untukku belajar dan terus belajar serta selalu memperbaiki diri yang hina ini.

Diperjalanan, yang tadinya ingin menjemput teman mengajaknya ikut kajian, tapi teman yang satu ini belum mau, entah mungkin ia merasa dadakan atau gimana. Akhirnya aku benar-benar memutuskan untuk tidak hadir hari ini.

Seketika dipinggiran jalan kami (aku dan temanku Zulma) bertemu dengan Imam, seorang anak kecil berusia tujuh tahun berkeliling menjual gorengan, kebetulan sore sebelumnya ada pesan singkat via BBM dari salah seorang kakak kami, sedang mencari kaum dhuafa atau anak yatim yang layak mendapatkan santunan. Aku mengajak Imam ngobrol sambil membeli gorengannya, hingga kami diajak untuk kerumahnya.

Imam berhenti sekolah karena tidak ada biaya dan sekarang ia berkeliling di pinggiran mall dan jalan raya menjual berbagai jenis gorengan. Imam memiliki dua adik yang masih kecil, Ibunya Kurnia hanya membuat gorengan yang dijual Imam, sedangkan Sang Ayah meninggalkan mereka dan menikah lagi dengan perempuan lain. Imam ingin sekali sekolah seperti teman-teman yang lain, tapi apa boleh buat ia memikirkan Ibunya yang harus mencari biaya untuk sekolahnya. Sedangkan untuk makan sehari-hari saja susah.

Menaiki tangga rumah yang hampir rapuh. kontrakan yang lusuh, kecil, dan tidak sehat membuatku semakin tersentuh untuk selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepadaku. Senyuman manis mereka masih terukir indah di kedua sudut bibir mereka meski keadaan yang tak layak untuk diberikan senyuman, tapi mereka? masih tersenyum manis !! Imam semoga Allah memberikan yang terbaik, yakinlah Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya. Itulah Imam, lantas bagaimana dengan aku dan Kamu? Masih enggankah untuk bersyukur?

Hari semakin gelap, kami menuju masjid Jami’ Kota Bengkulu untuk menunaikan kewajiban shalat magrib, lagi kami menyaksikan pemandangan yang membuat aku meneteskan air mata.
Seorang Ibu dan empat orang anaknya yang masih kecil dan lucu-lucu duduk di teras masjid dengan pakaian kucel, kumel, duduk bermain diteras masjid. Tapi sayang sang Ibu agak terlihat kasar. ia ribut dengan anaknya yang pertama kira-kira kelas 4 SD, kata-kata yang kasar keluar dari mulut ibunya. Aku masih memperhatikan ketiga bocah kecil yang ikut mnyaksikan namun belum mengerti apa-apa. Tiba-tiba Zulma mencolek tanganku ingin memberikan sebungkus gorengan yang kami beli dari Imam tadi, aku langsung mengangguk, mengambil gorengan dan memberikannya kepada sang Ibu, suasana mulai cair, bocah-bocah lucu dan kakaknya menyerbu gorengan menikmati dengan lahap. Subhanallah..

Sayangnya aku tidak sempat ngobrol dengan mereka karena selesai shalat mereka sudah pergi.

“hari ini kita berwisata ya Pop, WISATA HATI” suara Zulma membuatku menoleh kearahnya dan tersenyum manis sambil memakai sepatu.

Apa pun yang terjadi hari ini, semoga menjadikan kita semua untuk lebih baik esok hari dan seterusnya. Teruslah memberikan perubahan, perubahan yang kecil namun berarti.

Wassalamualaikum wr.wb
Selasa, 19 Mei 2015


               

Sunday, May 17, 2015

Catatan Kecil Perindu Pagi : Leadership Training DMM ( Da’I Muda Muhammadiyah)


Assalamualaikum wr. wb.


Alhamdulillahirabbil alamin, masih diberikan kesempatan untuk menuangkan kata demi kata lewat tulisan ini dan kenikmatan yang super luar biasa senantiasa diberikan oleh yang Maha Hebat, pemilik alam semesta ALLAH SWT.
Beberapa hari ini saya mengikuti pelatihan yang banyak memberikan energi positif untuk saya, di mulai dari tanggal 14-17 Mei 2015 lokasi di Curup, Bengkulu, aku menikmati betapa indahnya nikmat Allah yang wajib kita syukuri. Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna yang dihadirkan di muka bumi ini, tapi tidak semua manusia menjadikan kenikmatan yang luar biasa itu dengan sempurna. 
Nah pasti penasaran kan sebenarnya pelatihan apa sih yang saya ikutin ? berhubung ini adalah ilmu yang saya dapatkan dan nggak akan saya nikmatin sendiri. Walaupun sedikit saya ingin teman-teman merasakan kebahagiaan yang saya rasakan. Pelatihan yang T.O.P B.G.T pokoknya.
Pelatihan ini diberi nama “Leadership Training” atau Latihan Kepemimpinanyang diselenggarakan oleh tim Da’I Muda Muhammadiyah (DMM) Bengkulu. Menurut saya kegiatan ini adalah kegiatan dari kita untuk kita. Kenapa saya bilang begitu ? karena eh karena yang mengikuti pelatihan ini adalah tim atau anggota dari DMM itu sendiri, nah berhubung  saya ikut dalam keanggotaan jadi saya ikut berpartisipasi menjadi peserta training. Bukan nggak mau ngajak teman-teman yang lain, tapi ini merupakan agenda untuk anggota DMM menimba ilmu baru, bermuhasabah diri dan agenda saling mengingatkan dalam kebaikan, insha Allah akan diadakan lagi training selanjutnya untuk teman-teman yang lain atau kalo mau mengundang para pemateri hebatnya bisa hubungi saya langsung *hehe promosi. 

seseorang itu wajib menuntut ilmu tanpa mengenal usia, tingkat pendidikan, atau pun hal-hal yang lain. Seperti kata pepetah tuntutlah ilmu dari ayunan hingga liang lahat artinya kewajiban untuk mencari ilmu nggak ada batasan-batasannya. Dan ilmu yang didapatkan wajib untuk disampaikan ke sesama kita atau kita amalkan. Percuma dong kalo dapat ilmu tapi nggak mau berbagi. Nggak ada manfaatnya. So…… jangan enggan untuk berbagi !!
Langkah pertama saya adalah ingin berbagi pengetahuan baru selama saya mengikuti pelatihan ini, sebenarnya saya ingin berbagi secara langsung tapi berhubung kita jauh jadi saya salurkan lewat tulisan sederhana ini, etss jangan lupa juga untuk saling mendoakan ya meski jarak dan waktu memisahkan kita hehe (ini serius loh !).
Banyak sekali materi-materi yang saya dapatkan di pelatihan ini, to the point aja ya. Kalo mau diceritain dari berangkat sampai pulang kayaknya kelamaan deh hehe. 


  • kamis sore 14 mei 2015 ada materi Motivasi Dakwah dari Ust. Malito Junizon seorang Da’I yang berpengalaman dibidang dakwahnya. Saya mendapatkan kesimpulan bahwa kita semua diwajibkan untuk berdakwah, menyampaikan ayat Allah, bersama-sama meraih surga-Nya. Apa pun profesi kita, dimana pun kita tinggal dakwah adalah nomor satu, saling meningatkan dalam kebaikan.
    Materi Motivasi Dakwah
  • Malamnya kami diberikan materi Muhadharoh (Latihan Ceramah), karena segala sesuatu membutuhkan proses, begitu pun di materi ini. banyak yang kami pelajari seperti bagaimana medan dakwah, manajemen waktu, konsep, dan yang paling penting adalah ketika menyampaikan ceramah hendaknya yang kita sampaikan sudah kita amalkan.
    Tadarus Al-Qur'an

  • Jum’at pagi 15 mei 2015 ada materi Fun Cooking, berbagai kreativitas dari teman-teman untuk memberikan masakan terbaik. Kami dibagi menjadi dua kelompok. Dan memiliki tanggung jawab masing-masing atas bahan masakan yang telah disiapkan. Bahan utamanya adalah Ikan Mas Goreng. Kelompok 1 mengolah ikan menjadi ikan masak kecap manis mirip-mirip masakan jawa dan enaaaakkk. Nah kelompok ke dua mengolah ikan menjadi ikan sambal cabe ijo plus nasi goreng spesial sebelas duabelas dengan masakan padang, pedaaassnya  bikin nambah …. Nyaaaammm !! di materi ini saya mendapat pelajaran baru bahwa kepiawaian dalam memasak sangat penting, ets bukan hanya untuk perempuan tapi laki-laki juga membutuhkan ini. kerja tim yang keren juga menentukan keberhasilan.
    Masakan Padang Vs Masakan Jawa :D

    Nasi Goreng ala Bang Nover

    Ikan Mas Masak Kecap ala Bang Hardi

    selamat menikmati :D

  • Jum’at sore 15 mei 2015 materi Kubik Leadership yang bertema ‘ Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup’ oleh seorang motivator nasional dan penulis buku Ust. Rio Saputra. Nah di materi ini saya banyak sekali mendapatkan pengetahuan baru dan harus saya sampaikan ke teman-teman, saya nggak mau kenyang sendiri. Kawan faktor yang mendorong kita untuk melakukan sesuatu yaitu untuk mendapatkan kenikmatan dan menghindari kesengsaraan.  Mau tau rumusnya? Yakin mau tau? Benerr… cekidot

TO BE        ==         TO HAVE     ==     VALENSI (KAPASITAS)

TO BE = Ingin Menjadi
TO HAVE = Keinginan/ingin mendapatkan/karena sesuatu tertentu
VALENSI = Kapasitas

Pasti setiap orang  ingin sukses, bahagia, dan mendapatkan kenikmatan. Tapi terkadang kebanyakan orang salah menggunakan rumus. Pertama TO BE maksudnya  kita mau jadi apa? Pengen seperti apa? Tentukan sekarang juga kamu mau jadi apa. Setelah TO BE kita sudah tau arahnya kemana,  mulai menuju ke VALENSI tingkatkan kapasitas (kemampuan) kita, memang nggak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Tapi inilah proses, orang-orang hebat yang masuk di dalam catatan tinta emas sejarah adalah orang-orang yang mau berproses dan saat terjatuh mereka bangkit lagi begitu seterusnya hingga gagal itu lelah bersama mereka. Contohnya adalah Thomas Alva Edison, Wright, siapa coba yang nggak kenal mereka? untuk kita kalau nggak di mulai dari sekarang kapan lagi ? nunggu apa lagi? *coba renungkan. 

Tapi jika TO HAVE kamu tinggi, maka yang akan diperoleh bukanlah kenikmatan. TO HAVE yang tinggi membuka pintu kesesatan. Contoh nih saat kuliah hanya mengejar nilai, apa yang di lakukan? Segala cara dilakukan. Nyontek, buat catatan kecil, dll. Tapi kalau kita memiliki VALENSI yang besar atau kapasitas yang besar, memiliki kemampuan, keahlian, serta melakukan yang terbaik saat belajar maka yang mengejar nilai bukan kita, tapi nilai yang mengejar kita.

Nah rumus yang benar adalah…….

Motivasi (Jangka Panjang) = TO BE (X) VALENSI (X) 1/HAVE 

Motivasi oleh Ust. Rio Saputra

tingkatkan valensinya ya


Lakukan yang terbaik, TO HAVE akan ikut secara otomatis di belakang. jadi TO HAVE-nya nggak  boleh tinggi. Masih banyak lagi yang belum saya uraikan. Kita bahas dilain waktu ya..

  • Masih di hari jum’at 15 mei 2015 materi Kemuhammadiyaan dengan tema ‘ Muhammadiyah sebagai Social Movement Menggali Akar Tunggang Sejarah Manusia’. Di materi ini dijelaskan tentang latar belakang lahirnya muhammadiyah. Ada beberapa faktor : Kondisi sosio kultural yaitu masyarakat masih sangat kental dengan adat dan budaya mereka terkhusus di pulau jawa, pranata ekonomi rusak parah akibat tanam paksa, adanya paham fatalistic (pasrah dengan keadaan) sehingga menjadikan umat lemah, campuran antara agama, budaya, dan adat istiadat, kesenjangan para santri dengan murid didikan orang-orang belanda, menyebarnya misionaris Kristen menyebarkan agamanya, dan berbagai kondisi umat yang menyedihkan  seperti kemiskinan dan kebodohan. 
  • Materi oleh Ust. Hardiansyah
Lahirnya Muhammadiyah berawal dari seseorang yaitu K.H. AHMAD DAHLAN. Semoga kita semua bisa menjadi generasi penerus beliau untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebenarnya yang berlandaskan al-Qur’an dan Hadist.

  • Sabtu 16 mei 2015 materi ini belokasi di luar ruangan yaitu Outbon oleh Ust. Eka Saputra. Nah disini banyak sekali kegiatan outbon yang telah disiapkan oleh instruktur kami ini, berbagai permainan yang menarik dan memiliki makna tersendiri. Diawali dengan senam, lalu perkenalan, , membuat kelompok dan yel-yel, selanjutnya menyusun puzzle, menuliskan target mengikuti outbon mau dapat apa sih ? dan strategi apa yang akan dilakukan masing-masing kelompok menuliskan target dan strateginya, di lanjutkan permainan memasukkan bola ke dalam wadah dengan menggunakan tali rafiah disinilah kerja keras kelompok dan kesabaran dalam mengambil bola-bola itu menggunakan tali, setelah itu memasukkan air kedalam wadah menggunakan sejenis gelas ringan yang di ikat di muka tidak boleh menggunakan apa pun hanya muka saja, dan yang terakhir adalah memecahkan balon teman yang lain. Dan akhirnyaaa kelompok MOBIS (Modal Bismillahirrahmanirrahim) menjadi pemenangnya. Yeay we are the Winner. Tapi yang terpenting adalah menikmati permainan dan berproses menjadi yang lebih baik, menang dan kalah adalah hal yang biasa. Nikmatin prosesnya ambil pelajaran yang berharga.
    Menaklukkan Bola-Bola

    Menyusun Puzzle

    Keep Spirit

    Ngumpulin Sumber Kehidupan hehe
  • Last, Minggu 17 mei 2015 agenda kami pukul 04.30 berangkat menuju ke masjid Nurul Huda yang tidak begitu jauh dari lokasi. Disana ada agenda mengisi ceramah ba’da subuh. Dan luar biasa materi yang di sampaikan oleh Ust. Hardiansyah sangat memberikan motivasi untuk semua jama’ah dan saya sendiri tentang “the power of Tahajjud’.
                                            
Minggu pagi adalah kegiatan terakhir kami di Pondok Pesantren Muhammadiyah ini, operasi semut dan bersih-bersih adalah kegiatan terakhir sebelum kami bertolak ke Kota Bengkulu. Yang saya tulis di atas hanya sedikit gambaran kegiatan yang telah memberikan energi positif baru bagi saya. Insha Allah saya akan membahas beberapa materi menarik lebih detail lagi di kesempatan berikutnya. Sebenarnya banyak banget yang mau di bagiin, tapi di angsur-angsur aja ya. Doakan semoga selalu sehat supaya bisa tetap istiqomah memberikan manfaat lewat tulisan sederhana ini.  semoga bermanfaat. Salam sukses, sukses dunia dan akhirat !


Wassalamualaikum Wr. Wb.
Jazakumullah Khairan