Sabtu, 27 Juni 2015

Sepucuk Surat untuk-Nya



Siapa sih yang gak pengen punya teman sejati yang sesuai dengan diharapkan? Pernah mendengar kalimat ini  “jodohmu adalah cerminan dirimu” artinya besar kemungkinan pasangan kita nanti adalah orang yang memiliki karakter yang sama dengan kita. Jika kita baik insyaAllah akan mendapatkan pasangan yang baik juga. Menanti calon imam hendaklah dengan memperbaiki diri kita terlebih dahulu.

Disetiap sujudku aku selalu menyertakan harapan-harapan indah itu, aku hanya berharap kepada yang Maha Hebat, yang bisa mengabulkan semua do’a-do’aku. Meski terkadang aku malu untuk meminta banyak karena ibadahku belum sempurna masih banyak kekurangan. Tapi Allah gak pernah mengecewakanku dengan serangkaian doa-doaku, aku yakin Allah akan mendengarkanku dan memberikan yang terbaik.

Untukmu pangeran impianku, yang entah keberadaanmu saja aku tidak tahu. Kamu sedang apa? Aku tidak memiliki kekuatan untuk mengetahui itu, dan aku pikir belum saatnya untukku tahu, aku tidak peduli seberapa sibuk kau disana, karena pilihan Tuhanku akan mengalahkan semua harapanku. Aku hanya bisa mengemas surat-surat tanpa goresan tinta ini disetiap sujud malamku, dan menunggumu seperti aku menantikan kehadiran pagiku.

Mungkin saja kau sedang mencurahkan isi hatimu diwaktu yang sama denganku, ah aku hanya bisa berharap dan terus berharap disetiap rangkaian doa ini, tidak akan ada yang mampu merobohkan kekuatan doa ini. tidak ada !

Ketenangan itu hadir ketika aku telah berkomunikasi dengan yang menciptakanmu, aku merayu Tuhanku agar aku dipertemukan denganmu, dipertemukan dalam keadaan iman dan islam yang tangguh nan kokoh. Aku tak berharap banyak untukmu pangeran impianku, teruslah perbaiki dirimu sebagaimana aku berusaha keras mencari kebaikan dan kebenaran itu untuk meraih cinta-Nya dan nanti aku akan dipertemukan denganmu memperkuat cintaku kepada-Nya.

Aku ingin kehadiranmu kelak menjadikan cintaku untuk-Nya semakin hebat, semakin kuat, dan semakin meningkat. Bukan malah sebaliknya, aku tidak ingin mencintaimu melebihi cintaku kepada-Nya. Begitupun demikian untukmu, cintailah aku sekedarnya saja. Aku ingin cinta-Mu akan bertambah luas untuk-Nya ketika aku telah berada disampingmu.

Aku hanya ingin menjadi fasilitator agar kau semakin dekat dengan-Nya dan perlahan membimbingku untuk mengikuti jejakmu, suka duka adalah variasi dari kehidupan. Kebahagiaan itu milik orang-orang yang pandai bersyukur bukan? Aku yakin jika kau telah mencintai-Nya lebih dari apapun kau kan memberikan yang terbaik juga untukku. Ingat cintai aku sekedarnya saja. Cinta yang katanya besar itu cukuplah untuk Tuhan kita (Allah)

Ini impianku, ini harapanku yang aku unggah disetiap sujud malamku. Harapan ini adalah kekuatan untukku, agar aku bisa dipertemukan denganmu. Yah dengan engkau yang tidak pernah aku ketahui. Tak membuatku menyerah, karena aku yakin kau adalah pangeran terbaik pilihan Allah untukku.

Tak usah khawatir, aku akan selalu berusaha untuk istiqomah, perjalanan ku masih panjang untuk menantikan kehadiranmu menjemputku membawa aku ke tangga perjalanan meraih cinta-Nya. 
 
Bait-bait dalam surat ini akan selalu hadir meski tanpa goresan tinta, percayalah Allah maha mengetahui isi hati makhluknya. 


Perindu Pagi
Bengkulu 10 Ramadhan 1436

0 komentar:

Posting Komentar

ditunggu kritik dan sarannya ya,

 

diarypopi.com Template by Ipietoon Cute Blog Design