Sunday, July 5, 2015

Jejak Announcer


Bissmillah,


Awal masuk kuliah, aku terbiasa mendengar siaran Radio via handphone jadul kepunyaanku, dengerin radio bisa dikatakan pelampiasan karena gak ada tv dikosan.tapi lama kelamaan jadi falling in love dengerin Radio. Selain bisa mendapatkan informasi-informasi terbaru, bisa ikutan menjalin silahturrahim juga sama penyiarnya.

hari-hari hampir ditemani oleh radio yang selalu aku buka lewat handphone jadul Nokia tapi bermanfaat banget, atas izin Allah bisa ketemu sama penyiar-penyiar radio di kampus, sering di ajak main ke ruang siar, eh ditawarin buat latihan.

Bye the way, jadi penyiar itu gak segampang yang kita bayangkan yah !! aku pikir enak, mudah, gampang Cuma ngoceh didepan mix, berbicara sendirian. Dan ternyata ia akan mudah kalo kita terbiasa, biasa belajar, biasa latiham, dan yang paling penting adalah action.
Perjalanan yang membuat jejak-jejak perjuangan, awal menjadi penyiar yang menyedihkan. Aku pernah share tentang ini (baca Catatan Fb: Cerita di Balik Mixer). 

Usaha memang tidak pernah menghianati hasil, aku selalu percaya bahwa kemenangan itu butuh persiapan. Butuh banyak waktu untukku mempelajari tentang dunia broadcast, dan tentu saja perjalanan belajarku tidak berhenti sampai disini. Aku akan selalu belajar, apa pun itu. Belajar membentuk pribadi yang berguna untuk orang lain.

Terimkasih untuk kepercayaan dari PT. Radio Jazirah Bengkulu yang diberikan untukku, aku takkan pernah menyia-nyiakan kesempatan ini. akan menjadi jejak dalam kehidupanku agar suatu hari nanti mereka, mereka yang akan terlahir di dunia ini mengikuti jejak baik ini ketika nanti aku akan pergi meninggalkan dunia ini.mereka akan membuat jejak yang baik pula untuk generasi pembuat jejak selanjutnya.

Bukanlah orang yang pintar, jenius, brilian, dsb. hanya saja memiliki jurus tahan banting. Ah iya perempuan lemah seperti ini memiliki karakteristik tahan banting meski sudah terombang-ambingkan oleh ombak kehidupan yang kadang mengharuskan untuk tangguh dan kuat. Anggap saja ujian yang hadir adalah bentuk kasih sayang Allah kepada kita.

Toh sekarang diri ini masih saja diberikan nikmat yang tak terhingga hitungannya, semua kesusahan kemarin, dulu, adalah masa lalu yang menjadikan diri ini kuat.

                “Ketika engkau berada dipuncak ujianmu, dan engkau masih bertahan dalam kesabaran, kau akan merasakan manisnya kesabaran itu”

Dan pada akhirnya, aku pengen ngasih tau teman-teman kalo jadi penyiar radio itu asssikk banget, punya banyak teman, dapat pengetahuan baru, bisa ngilangin stress karena tugas kuliah yang menggunung, selain itu aku mendapatkan banyak buku-buku keren dari penulis muda Kota Bengkulu. Serta kecipratan ilmu-ilmu dari mereka. Allah maha besar.

Ini buku-buku yang aku ceritain di postingan kemarin (baca : Berawal dari Impian).

selain dapat pengetahuan baru ini
Bonus jadi Penyiar Radio


 Kalo yang ini hadiah lomba nulis ucapan selamat milad untuk salah satu stasiun Radio milik Pemerintah Prov. Bengkulu.

Untuk hiburan pas liburan *ups

Fabiayyi alaa irobbikuma tukadziban ? (Q.s. Ar-Rahman)

Perindu Pagi,19 Ramadhan 1436 H

Saturday, July 4, 2015

Momen BUBER

Bissmillah, Asslamualaikum. Wr. Wb

Momen berbuka puasa bersama atau sering disebut BUBER, BUBAR (Buka Bareng), BUKBER, dan sejenisnya adalah momen yang sangat menyenangkan dan ditunggu-tunggu. Apalagi ketika BUBER dengan orang-orang special kita, keluarga besar, sahabat, teman-teman dari masa kecil hingga sekarang.
Buka Bareng teman kelas Bio VIC
Tak jarang banyak tempat-tempat makan yang luas sengaja di modifikasi lebih menarik dan diperluas saat bulan Ramadahan tiba. Karena setiap harinya akan ada orang-orang yang buka bareng. Boleh jadi ada yang setiap hari, tapi mungkin bareng keluarga. Kan lebih asik ya !.
Selain menjalin tali silahturrahim momen buka bareng juga bisa memperkuat ukhwah kekompakan dan kebersamaan antar sesama.

Tapi ada beberapa hal yang harus kita perhatikan saat kita buka bareng diluar, hal yang paling penting adalah jangan sampai buka bareng memutuskan komunikasi kita dengan Allah SWT. Kenapa saya katakana demikian, karena saya sering melihat sendiri orang-orang yang buka bareng sering lalai untuk menjalankan kewajibannya, terutama shalat magrib. Apalah arti berpuasa tapi shalat kita tinggalkan. Tapi saya yakin yang sedang membaca tuisan ini adalah orang-orang hebat yang tidak pernah lalai akan perintah-Nya.

Mungkin kita sering menemui type-type orang yang belum bisa merasakan kenikmatan shalat, ia hanya berpuasa menahan lapar dan haus saja, sementara kewajiban-kewajiban seorang hamba banyak ia tinggalkan. Saat berbuka ia berbuka, dan langsung melahap habis makanan hingga kenyang dan akhirnya malas untuk shalat magrib. Tidak usah risau kita cukup memberitahunya dengan lembut dan mendoakannya semoga ia diberikan hidayah oleh Allah SWT.

Sedikit saya berikan tips agar tidak meninggalakan shalat magrib ketika Buber, saat sirene berbuka puasa berbunyi kita mengucapkan alhamdulillahirrabil alamin lalu membaca bissmillah dan minum air putih secukupnya boleh juga kalo mau minum air teh, atau sirup tapi ingat secukupnya saja. Kemudian jangan dulu langsung makan yang berat-berat coba lihat kalo ada makanan ringan seperti kurma, sepotong roti, agar-agar, cobalah untuk makan satu atau dua buah saja. Semua itu lebih kurang memakan waktu 5 menit kemudian cari tmpat shalat dan ajak juga teman-teman yang lain. Mengajak dengan kelembutan jangan memaksa ya !

Nah kalo sudah selesai shalat magrib kita bisa menikmati makanan yang sudah disiapkan, nikmatnya… ketika sudah menghadap kepada yang maha kuasa kita bisa dengan santai dan lahap menikmati makanan berbuka puasa, tapi jangan sampai kekenyangan ya. Jangan lupa dibulan puasa ada shalat yang tidak kita temukan dibulan lain yaitu shalat tarawih bersama di masjid. Rugi sekali kalo kita tidak shalat tarawih ke masjid.

Sudah selesai makan, mengobrol pun sudah puas, dan saatnya untuk pulang menuju ke masjid shalat isya dan tarawih bersama. Jangan sampai momen buber justru membuat kita meninggalakan kewajiban kita. Silaturrahim dengan teman-teman terjaga, dengan Allah pun bertambah.
terimakasih yang sudah motoin


17 Ramadhan 1436 H