Senin, 06 Juli 2015

Jejak Announcer


Bissmillah,


Awal masuk kuliah, aku terbiasa mendengar siaran Radio via handphone jadul kepunyaanku, dengerin radio bisa dikatakan pelampiasan karena gak ada tv dikosan.tapi lama kelamaan jadi falling in love dengerin Radio. Selain bisa mendapatkan informasi-informasi terbaru, bisa ikutan menjalin silahturrahim juga sama penyiarnya.

hari-hari hampir ditemani oleh radio yang selalu aku buka lewat handphone jadul Nokia tapi bermanfaat banget, atas izin Allah bisa ketemu sama penyiar-penyiar radio di kampus, sering di ajak main ke ruang siar, eh ditawarin buat latihan.

Bye the way, jadi penyiar itu gak segampang yang kita bayangkan yah !! aku pikir enak, mudah, gampang Cuma ngoceh didepan mix, berbicara sendirian. Dan ternyata ia akan mudah kalo kita terbiasa, biasa belajar, biasa latiham, dan yang paling penting adalah action.
Perjalanan yang membuat jejak-jejak perjuangan, awal menjadi penyiar yang menyedihkan. Aku pernah share tentang ini (baca Catatan Fb: Cerita di Balik Mixer). 

Usaha memang tidak pernah menghianati hasil, aku selalu percaya bahwa kemenangan itu butuh persiapan. Butuh banyak waktu untukku mempelajari tentang dunia broadcast, dan tentu saja perjalanan belajarku tidak berhenti sampai disini. Aku akan selalu belajar, apa pun itu. Belajar membentuk pribadi yang berguna untuk orang lain.

Terimkasih untuk kepercayaan dari PT. Radio Jazirah Bengkulu yang diberikan untukku, aku takkan pernah menyia-nyiakan kesempatan ini. akan menjadi jejak dalam kehidupanku agar suatu hari nanti mereka, mereka yang akan terlahir di dunia ini mengikuti jejak baik ini ketika nanti aku akan pergi meninggalkan dunia ini.mereka akan membuat jejak yang baik pula untuk generasi pembuat jejak selanjutnya.

Bukanlah orang yang pintar, jenius, brilian, dsb. hanya saja memiliki jurus tahan banting. Ah iya perempuan lemah seperti ini memiliki karakteristik tahan banting meski sudah terombang-ambingkan oleh ombak kehidupan yang kadang mengharuskan untuk tangguh dan kuat. Anggap saja ujian yang hadir adalah bentuk kasih sayang Allah kepada kita.

Toh sekarang diri ini masih saja diberikan nikmat yang tak terhingga hitungannya, semua kesusahan kemarin, dulu, adalah masa lalu yang menjadikan diri ini kuat.

                “Ketika engkau berada dipuncak ujianmu, dan engkau masih bertahan dalam kesabaran, kau akan merasakan manisnya kesabaran itu”

Dan pada akhirnya, aku pengen ngasih tau teman-teman kalo jadi penyiar radio itu asssikk banget, punya banyak teman, dapat pengetahuan baru, bisa ngilangin stress karena tugas kuliah yang menggunung, selain itu aku mendapatkan banyak buku-buku keren dari penulis muda Kota Bengkulu. Serta kecipratan ilmu-ilmu dari mereka. Allah maha besar.

Ini buku-buku yang aku ceritain di postingan kemarin (baca : Berawal dari Impian).

selain dapat pengetahuan baru ini
Bonus jadi Penyiar Radio


 Kalo yang ini hadiah lomba nulis ucapan selamat milad untuk salah satu stasiun Radio milik Pemerintah Prov. Bengkulu.

Untuk hiburan pas liburan *ups

Fabiayyi alaa irobbikuma tukadziban ? (Q.s. Ar-Rahman)

Perindu Pagi,19 Ramadhan 1436 H

0 komentar:

Posting Komentar

ditunggu kritik dan sarannya ya,

 

diarypopi.com Template by Ipietoon Cute Blog Design