Rabu, 30 September 2015

Miracle of Assalamualaikum



Assalamualaikum wr.wb.
                “Semoga yang menjawab salam saya semakin dipermudah semua urusannya, banyak rezekinya, selalu diberikan kesehatan, keselamatan, serta sukses dunia dan akhirat. Aamiin yarabbal’alamin”

Kalimat itu sering saya gunakan ketika saya menjadi moderator suatu acara, presentasi, atau sedikit berbagi ilmu dengan adik-adik disuatu acara. Awalnya yang menjawab salam hanya segelintir orang saja yang semangat menjawab salam bahkan ada yang tidak menjawab sama sekali. Tapi ketika saya mengawali salam dengan beberapa kalimat seperti contoh diatas, semua orang/peserta/adik-adik yang ada begitu antusias sekali menjawab salam saya.

Sering kali sesuatu yang kecil dan sering dianggap remeh memiliki dampak yang luar biasa didalam kehidupan kita. Kebiasaan yang sering kita lihat ketika masuk kedalam rumah, masuk ruang kerja, masuk kelas bagi pelajar, masuk kantor, dan bertemu teman. Kita sering lupa untuk  mengucapkan salam karena kesibukkan masing-masing yang mungkin memang super sibuk hingga kita lupa untuk mengucap salam. Bahkan ketika mengucapkan salam kita sering dianggap “sok alim, sok islami, fanatik, blabla..”

bisa jadi itu juga merupakan faktor pertama kenapa kita malu untuk mengucapkan salam.
Mari sejenak merenung, bila hidup hanya ingin dikomentari oleh manusia sedangkan komentar Allah jauh lebih penting. Akankah kita terus mengikuti jejak yang salah sementara diri semakin menua, hidup yang tak lama lantas kita gunakan untuk apa ? kalau bukan untuk beribadah? Padahal kita selalu mengharap surga tapi enggan  untuk berubah. 

Kali ini saya akan sedikit membahas tentang “the miracle of Assalamualaikum”. Saya yakin orang-orang yang tidak menjawab salam ketika ada yang mengucapkan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bukan karena enggan menjawab tapi mereka belum mengetahui bagaimana dahsyatnya kalimat sapaan salam umat islam ini. Mungkin dengan tulisan ini bisa memberikan sedikit  pengetahuan indahnya berbagi.

Assalamualaikum, kesalamatan atasmu. Setiap orang didunia ini pasti ingin mendapatkan kesalamatan dimana pun ia berada. Ketika diperjalanan selalu berdoa semoga selamat sampai tujuan, ketika sakit minta diberikan kesehatan, bahkan yang sedang sekolah minta selamat agar nilai-nilai memuaskan.

Warahmatullahi, dan Rahmat Allah. Kasih sayang Allah. Siapa yang tidak ingin mendapatkan kasih sayang dari Tuhannya. 

Wabarakutuhu, Barokah atau Berkah. Berkah identik dengan optimalisasi manfaat. Harta yang berkah artinya harta yang bermanfaat untuk menolong orang lain, ilmu yang berkah artinya ilmu yang kita miliki bisa memberikan kontribusi untuk umat, serta umur yang berkah, umur yang digunakan dengan sebaik mungkin, umur yang yang digunakan untuk menebar manfaat dan mengejar ridha Allah.

Dahsyat bukan ? ketika kita bertemu dengan saudara muslim mengucapkan sapaan salam ini setiap hari kita saling mendoakan. Bukankah ada pepatah yang mengatakan “ tiada kata seindah doa” di setiap aktivitas kita selalu saling mendoakan. Dalam sapaan islam ini kita saling mendoakan dalam tiga hal : keselamatan, rahmat Tuhan, dan keberkahan. Mari tebarkan salam dan senyuman.

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash ra, bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada rasulullah saw “apakah islam yang paling baik itu?” Rasulullah menjawab “ engkau memberi makan dan memberi (mengucapkan) salam kepada orang yang kamu kenal dan yang belum kamu kenal” (HR. Muttafaqun ‘Alaih)

Semoga kita selalu saling mengingatkan dan mendoakan. Sedikit pengetahuan yang saya miliki ingin saya bagikan kepada teman-teman. Semoga bermanfaat ya.

Mari kita budayakan salam, karena salam adalah cara paling mudah untuk mengikis rasa kebencian, menggerusi kemarahan, dan mencerahkan pergaulan (Imam Ibnu Hibban).

Selamat menebar salam.

Wassalamualaikum wr.wb.
Bengkulu, 30 September 2015.