Kamis, 22 Desember 2016

CUKUP TAU AJA SAMA OM TELOLET OM



Akhir-akhir ini semua media social dihebohkan dengan kalimat ini “Om Telolet Om”. Jujur ya setiap kali buka media sosial dan lihat ini kepalaku kok pusing ya? Kalo teman-teman gimana? Yah, semoga pusing juga yah hehe. Iya kalo pusing juga berarti kamu termasuk orang yang berpikir.

Saya senang banget kalo di media sosial itu banyak yang nge-boming’in (bener gak sih bahasanya :D) hal-hal yang bermanfaat, yah misalnya tulisan-tulisan mengajak untuk untuk hijrah, tips-tips bikin pudding, tentang kesehatan, atau meme lucu yang bikin baper “eh maksudnya yang bikin sadar. Kalo banyak hal yang bermanfaat jadi banyak juga yang kita ambil manfaatnya.

Bukan berarti di media sosial banyak yang gak baiknya loh ya, banyak banget kok. Tergantung kita memilah dan memilih informasi dari media sosial.

Tapi akhir-akhir ini saya benar-benar sedih melihat postingan teman-teman tentang “telolelelet” saya aja susah nyebut “TELOLET”. Yah melihat teman-teman banyak yang melakukan hal yang gak ada manfaatnya dan diposting terus banyak yang ikut-ikutan biar dianggap kekinian.

Halooooo, ayoo dong sebelum memutuskan untuk ikut kekinian dicermati, dipahami, dan diresapi dulu ada nggak sih manfaatnya. Saya yang belum baik ini kalo ikutan yang gak baik berarti mau dibawa kemana hubungan kita *lah*maksudnya masa depan saya? Saya pelan-pelan memperbaiki diri agar menjadi lebih baik, terus bertumbuh, pantang mundur, dan tahan banting (duuh kayak ember aja anti pecah, hehe). Iya kapan lagi hendak berbenah kalo bukan saat ini ? siapa lagi yang akan memakmurkan diri ini kalo bukan diri ini yang bekerja keras. Lalu ketika diri sendiri sudah bisa mengolah semua emosi dan kondisi maka pelan-pelan kita harus menebarkan inspirasi untuk orang lain. Mengajak bareng-bareng dalam hal kebaikan.

Jadi, dari pada ikutan nungguin bus lewat cuma pengen dengar bunyi “telolelelet” mending belajar, baca buku, curhat sama sahabat, atau mending santai dirumah selonjoran sambil dengar lagu, yah banyak hal bisa dilakukan dari pada nunggu bus lewat cuma mau dengar bunyi itu terus direkam kemudian diupload. Think again ya…

Yah cukup tau aja sama si om … om… gak usah kenalan, apalagi ikut-ikutan. :D

Teman-teman yang saya sayangi, menjadi kekinian bukanlah larangan. Tapi melakukan hal yang sia-sia untuk kekinian adalah sebuah larangan. Tetaplah menjadikan Rasulullah sebagai panutan dan Allah menjadi tujuan. Kita gak bakal ketinggalan zaman dengan mengikuti ajaran islam, kita akan lebih kekinian karena kita berjalan sesuai aturan.

Yakinlah, bahwa nikmat duniawi itu hanya sementara. So, jangan terlena.

Salam perubahan,

Pare, 22 Desember 2016

0 komentar:

Posting Komentar

ditunggu kritik dan sarannya ya,

 

diarypopi.com Template by Ipietoon Cute Blog Design