Minggu, 22 Januari 2017

Pengalaman Seru di Gunung Bromo, Jawa Timur, Indonesia.


Savana

Pasir Bebisik


Kawah Bromo

Gunung Bromo sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia bukan ? Gunung yang terkenal dengan gunung berapi yang aktif ini terletak di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 m dpl yang berada dalam empat wilayah, yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumjang,dan Kabupaten Malang (Wikipedia).

Dulu, waktu saya masih aktif kuliah saya selalu menyempatkan menulis mimpi-mimpi yang ingin saya capai. Saya menyadari dengan menuliskan semua keinginan kita, hal itu akan menjadi bait-bait doa yang akan kita sampaikan ke penghuni langit dan kita usahakan dipijakan bumi. Mimpi saya itu salah satunya, menjelajahi bumi Allah dengan niat ingin melihat kebesaran-Nya. Walaupun belum spesifik, tapi aku yakin ini adalah bagian dari tulisan sebuah mimpi. Agak dramatis memang ! tapi saya sangat percaya pengetahuan Allah itu tidak terbatas.

So, maksud saya menulis kali ini adalah ingin menceritakan pengalamn saya ketika saya menjelajah di Bromo. Awalnya saya minta izin dulu ke ibu, karena tanpa izin seorang Ibu saya tidak akan bisa pernah melangkah dengan baik. Restu Ibu adalah restu Allah, bukan ? Sore hari sehabis sholat asar percakapan itu dimulai.

“Bu, saya dan teman-teman ada rencana mau ke Gunung Bromo. Saya boleh ikut ga?”

Perasaan saya was-was takut ga dikasih izin, setelah obrolan yang panjang dan semua pertanyaan ibu telah saya jawab dengan baik dan tanpa ragu. Finnaly, Ibu mengizinkan.

Yeay, saya akan siap menjelajah dengan tenang dan bahagia. Ketakutan seorang ibu terhadap anaknya pasti semuanya sama. Dimulai ditanya sama siapa aja? Ada ceweknya gak? Naik apa? Kesana tracknya gimana? Makannya gimana? Dan rentetan pertanyaan lainnya.

Baiklah, mungkin pertanyaan teman-teman juga sama seperti ibuku, hehe. Awalnya aku mengira mau ke Gunung Bromo itu akan melewati track-track yang menyeramkan. Itulah kenapa sebelum kita melakukan sesuatu baiknya kita mencari informasi dan review dari orang-orang yang pernah melakukan hal tersebut, apa pun itu.

Nah, petualang saya kali ini menggunakan travel kayak mini bus gitu, untuk sampai ke post sebelum naik ke Bromo membutuhkan waktu 5 jam dari Pare, Kediri. Sampai di post pemberhentian travel kami dan tim yang lain harus pindah ke mobil Jeep. Karena untuk naik ke tempat wisata Gunung Bromonya harus menggunakan mobil Jeep. So, perjalannya tidak terlalu mengahruskan kaki saya sakit-sakitan *hehe karena sudah di desain sedemikan rupa oleh jasa pengelola wisata.

Saya dan teman-teman disuguhkan dengan pemandangan alam yang indah, dan beberapa tempat wiasata yang ada di Gunung Bromo seperti : Bukit Cinta, Padang Savana (Bukit Teletubies), Pasir Berbisik, Tempat Penunggangan Kuda, dan Kawah Gunung Bromo.

Bagi saya perjalanan yang melelahkan adalah ketika naik menuju Kawah, karena harus berjalan kaki selama 30 Menit dengan medan tanah berpasir dan setengahnya naik anak tangga. Hampir putus asa pengen turun aja, tapi teman-teman terus support untuk lanjut kalo capek ya istirahat aja. Akhirnya setelah sampai puncak kawahnya semua lelah jadi terbayarkan. Yah lagi-lagi hal seperti itu mengajarakan tentang perjalanan dikehidupan sesungguhnya.

Jujur, perjalanannya sangat aman dan nyaman. kita terus dipandu untuk menuju ke tempat-tempat yang kita inginkan. Gunung Bromo sudah menjadi objek wisata di Jawa Timur, jadi sudah banyak sekali cara untuk melakukan pertualangan seru disana.

Semoga teman-teman suatu hari bisa ikut merasakan asiknya berpetualang di Gunung Bromo ya, tulis saja apa pun mimpi mu itu. Jangan takut bermimipi besar karena kita punya Allah yang Maha Besar.

Salam,
Perindu Pagi.
22 Januari 2017

0 komentar:

Posting Komentar

ditunggu kritik dan sarannya ya,

 

diarypopi.com Template by Ipietoon Cute Blog Design