Jumat, 31 Maret 2017

Belajar dari Batu dan Tetesan Air.


Sumber Foto : Google.com
Setiap orang memiliki suasana kehidupan yang berbeda, ada banyak perbedaan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Jangankan dengan orang lain dengan saudara kandung sendiri saja pasti memiliki perbedaan. Entah itu perbedaan fisik atau dalam bidang keahlian. Namun yakinlah Allah menciptakan setiap perbedaan karena setiap orang juga memiliki kelebihan masing-masing. Hadirnya kekurangan adalah menjadi pelengkap satu sama lain.

Jangan bersedih ketika kita merasa kita adalah orang yang paling bodoh atau kita sering bertanya-tanya “kok aku gak seperti dia ya?” atau “kenapa aku beda banget sama dia ya?” hey, jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain, ketika kita merasa seperti itu “bersyukurlah” artinya diri kita menyadari bahwa tidak ada yang patut disombongkan dalam kehidupan ini. Pada dasarnya kita terlahir sama, usaha manusialah yang bisa membuat manusia itu berbeda dengan orang lain. Semakin besar usahanya untuk menjadi lebih baik maka akan banyak pula kebaikan yang ia dapatkan, dan sebaliknya. Allah pasti adil dalam menciptakan mahkluk sesempurna ini.

Tugas kita, yah tugas kita adalah terus belajar agar semua yang telah diberikan bisa teraplikasikan dengan baik. Kita terkadang sedih ketika gagal? Sedih ketika tidak bisa melakukan seseuatu? Bener kan?. So, tidak mengapa namun jangan berlarut dalam kesedihan itu. Mulai menata kembali apa yang akan kita lakukan.

Masa lalu tidak bisa kontrol lagi, masa depanlah yang bisa kita kendalikan. Apa yang kita lakukan hari ini menentukan masa depan kita nanti. Tidak ada kata terlambat, semua masih bisa diperbaiki. Yang menyesal mengapa tidak sejak dulu melakukan kebaikan, silahkan lakukan saat ini. Yang menyesal tidak rajin belajar , masih diberikan kesempatan saat ini. Belajar apa pun, kapanpun dan dimana pun. Sekali lagi tidak ada kata terlambat.

Mungkin orang lain sudah berjalan jauh, namun jangan pikirkan itu. Cukuplah kita memiliki tekat untuk menjadi lebih baik dari diri kita yang dahulu, tidak perlu berlari kencang agar menjadi lebih baik dari orang lain. Tugas kita adalah tetap berjalan untuk belajar, jangan pernah berhenti (lagi). Meski harus merangkak yang terpenting diri ini tetap berjalan untuk menata masa depan.

Kita harus belajar dari batu dan tetesan air, batu yang keras itu lama-lama akan membentuk lubang jika setiap detik ditetesi oleh air. Coba saja kalau ngga percaya? Maka begitupun dengan diri kita, semakin semangat untuk belajar maka kita akan merasakan perubahan yang lebih baik dari diri kita yang dahulu.

Tulisan ini saya buat untuk membangkitkan semangat saya, saya yakin setiap usaha yang kita lakukan pasti akan diperhitungkan oleh Allah. Begitupun dengan Anda, semoga kita semua selalu diberikan kesabaran dalam belajar, tidak menuntut hasil, karena hasil akan hadir sesuai dengan usaha kita.

Regards,

Pare, 18 Desember 2016.

0 komentar:

Posting Komentar

ditunggu kritik dan sarannya ya,

 

diarypopi.com Template by Ipietoon Cute Blog Design