Jumat, 25 Agustus 2017

Perempuan Wajib Nonton Film "Nyai Ahmad Dahlan"

24 Agustus 2017 kemarin film “Nyai Ahmad Dahlan” tayang di seluruh bioskop tanah air. Saya mengetahui film ini sudah sejak lama beberapa bulan sebelum film ini ditayangkan saya sudah upload trailernya di akun instagram saya (yuk follow @popiangriani) *promosi :P, karena saya selalu mengikuti medsosnya keluarga Muhammadiyah. Informasi tentang film ini pun semakin mendekati hari tayang semakin menggema terkhusus di kalangan Muhammadiyah, namun saya yakin seluruh warga Indonesia pasti mengetahui tayangnya film ini. Hanya saja tidak meng-share film ini ke akun media sosialnya misalnya.
foto apa adanya :D
Perlu kalian tau bahwa film ini bukan untuk warga Muhammadiyah saja, tapi untuk seluruh masyarakat Indonesia. Saya sangat senang ketika film-film seperti ini diangkat ke layar lebar, setidaknya membuka pikiran anak muda, dan warga Indonesia bahwa saat ini kita harus mengumpulkan semangat dan energi yang besar untuk mengalahkan penjajahan. Loh  penjajahan apa lagi ? bukankah kita sudah merdeka? Yah, benar kita sudah merdeka dari penjajah bangsa lain, namun kita sedang dijajah di bangsa sendiri dan diri sendiri. Kemalasan untuk belajar, kemiskinan, budak teknologi, kurangnya rasa empati, dan kurangnya minat belajar ilmu agama. (cambukan untuk diri saya sendiri)

Padahal ilmu agama islam adalah pondasi dari segala aspek kehidupan. Dengan adanya film “Nyai Ahmad Dahlan” yang menceritakan perjuangan istri KH. Ahmad Dahlan membangun negeri ini dengan menjadikan perempuan-perempuan Indonesia menjadi perempuan yang cerdas. Perempuan harus pintar, cerdas, bisa membaca dan menulis, serta paham ilmu agama islam karena perempuan adalah madrasah utama bagi anak-anaknya kelak.

Film ini membuka pikiran saya bahwa peran perempuan itu sangat penting, menjadi pendamping suami yang baik, mendukung kegiatan positif suami, menjadi seorang ibu yang cerdas untuk melahirkan generasi-generasi yang cerdas pula, dan memberikan manfaat untuk orang-orang yang ada disekitar nya.

Saatnya kita berbenah dengan memulai menonton tontonan yang memberikan dampak positif, saya tau saat ini film-film korea yang penuh drama sedang menjadi tren anak muda, film-film romatis ala Indonesia selalu tayang dilayar lebar, bahkan film horror sus*er nge*ot lebih laris manis dipasaran. Saya tahu semuanya adalah pilihan, silahkan, kenapa tidak? Namun adanya kata memilih pasti selalu ada pilihan yang terbaik. Baik dalam segi apa? Baik dalam membentuk karakter, kepribadian, akhlak diri kita sendiri menjadi lebih baik. Jika hal yang kita tonton hanya memberikan dampak negative atau bahkan tidak ada menafaatnya, mari tinggalkan.

Ayoolah teman, mari menambah wawasan dengan menonton film ini. Percayalah bahwa hidup ini tidak semanis drama korea (aku gak pernah nonton sih). Hidup ini adalah perjuangan, perjuangan agar kelak kita bisa menikmati indahnya surga Allah dan bahagia pula di dunia ini.

Terakhir, saya salut sekali melihat kekompakan warga Muhammadiyah di Kota Bengkulu. Semangat dari berbagai pihak untuk mengajak dalam kebaikan termasuk dengan menyediakan tiket gratis untuk menonton film ini. Saya nonton di Yogyakarta di hari pertama tayang namun tidak se-semangat yang di Bengkulu. Tapi mungkin banyak yang nonton di jadwal pertama, karena saya nonton di jadwal ke dua (sore). Tidak menuntup kemungkinan beberapa minggu ini bioskop di Yogyakarta akan rame melebihi di kota-kota lain.

Salam,
Yogyakarta, 25 Agustus 2017



3 komentar:

  1. Keren mbx.. Bsoj kita crew jazirah jga nobar bareng Fak. hukum.. ����

    BalasHapus
  2. Wah keren dek nobar.. Mbak jadi mau nonton lagi klo gratis wkwk

    BalasHapus
  3. nah yang ini, "@popiangriani" di link kan aj ke twitter ny popi,, jadi system "dofollow" mpop..

    BalasHapus

ditunggu kritik dan sarannya ya,

 

diarypopi.com Template by Ipietoon Cute Blog Design