Minggu, 17 Desember 2017

Persalinan Maryam : Mengapa Takut untuk Melahirkan Normal ? Perempuan itu Istimewa !

Bagi saya perempuan adalah mahkluk spesial yang dihadirkan Allah ke dunia ini, banyak hal yang dimiliki oleh perempuan yang tidak dimiliki oleh lelaki. Salah satunya adalah mengandung (hamil) dan melahirkan, pada dasarnya lelaki dan perempuan memang saling melengkapi, tapi bagi saya perempuan memiliki keistimewaan tersendiri. Namun banyak juga perempuan yang tidak menyusukuri nikmat itu, misalnya mengubah diri menjadi seperti lelaki padahal bagaimana pun kita tidak bisa mengubah kodrat Allah, kalo udah ditakdirkan menjadi perempuan maka jadilah perempuan sesungguhnya. Ada juga yang tidak mau hamil karena takut dengan melahirkan.
Pake foto ini aja soalnya tadi lupa foto seminarnya :D
Nah kali ini saya ingin berbagi tentang persalinan (melahirkan normal), sebagai bekal untuk para calon ibu-ibu dan bapak-bapak juga sih hehe. Jadi hari ini saya mengikuti seminar tentang persalinan maryam oleh ustadzah Mugi Rahayu seorang Bidan Muslimah. Mengapa disebut dengan persalinan maryam Bidan Mugi ingin menerapkan persalinan yang sesuai dengan syari’at islam. tentu tau dong ya dengan kisah maryam yang ada di al-qur’an. Salah satu perempuan suci yang namanya diabadikan didalam al-qur’an.

Kisah Maryam yang mengandung dan mengasingkan diri ke tempat yang jauh hingga melahirkan seorang bayi laki-laki yaitu nabi Isa AS. Maryam merasakan proses melahirkan yang sangat sakit dan membuatnya bersedih hati namun malaikat jibril menyampaikan wahyu dari Allah dalam QS. Maryam : 24-25.

“ Maka dia (Jibril berseru kepada kepadanya dari tempat yang rendah “ janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawah mu” dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu

Nabi Isa dilahirkan tanpa seorang ayah (bukan kerna ayahnya meninggal atau pergi) namun Allah telah menitipkan janin dalam rahim Maryam seorang yang akan dijadikan nabi oleh Allah, ia dilahirkan dari seorang perempuan suci yang namanya diabadikan dalam qur’an. Itulah Allah apapun kehendaknya semuanya akan terjadi. Kisah ini menurut saya ingin memberitahu perempuan bahwa sakitnya melahirkan itu adalah ladang pahala untuk kita. Oleh sebab itu jangan bersedih dan putus asa ya, dibalik kesakitan itu Allah memberikan ending keindahan dan pahala.

Nah peran seorang suami sangat penting dalam proses persalinan sang istri, jika seorang istri memiliki tugas untuk hamil, melahirkan dan menyusui maka bukan berarti seorang suami tidak memiliki tugas, tugas suami yaitu memberi support kepada istri ketika melahirkan. keadaan psikologis sang istri sedang tidak karuan karena ia akan berjuang antara hidup dan mati.

Oleh sebab itu terkadang banyak perempuan memilih jalan lain “jalan yang tidak sakit” untuk melahirkan, seperti melahirkan secara sesar. Padahal Allah telah menciptakan teknologi yang luar biasa untuk bisa melahirkan dengan normal. Jadi Ustadzah/Bidan Mugi Rahayu  mengatakan diperjuangkan dahulu untuk melahirkan normal. Rasa sakit saat melahirkan (normal) adalah sebuah kenikmatan yang tidak ada pada laki-laki hal ini merupakan jihad di jalan Allah. Berikut ada tiga hal yang harus dilakukan dalam persiapan melahirkan untuk melahirkan normal:
  • Keyakinan yang Sempurna Kepada Allah

Terkadang kita lupa kalau tidak ada yang mengingatkan, ya kan ? keyakinan ini dibangun sejak hamil, bahwa tidak ada penolong yang sempurna selain Allah, memperbanyak doa agar selalu diberikan kebaikan, keberkahan, dan kemudahan dalam proses menjadi seorang ibu. Oleh karena itu support suami sangat penting terus saling mengingatkan untuk selalu dekat dengan Allah.
  • Nutrisi Sunnah
Nutrisi disini adalah makanan lahiriah dan makanan jiwa (batin). Suami memberikan makanan yang halal untuk istri dan janin yang ada dikandungan istri, makan makanan yang berrgizi, istri selalu dibuat bahagia, istri tidak boleh stress (tugas laki-laki banyak ya hehe) iya harus selalu membahagiakan istrinya dong ya. Nutrisi batin dengan beribadah kepada Allah, rutin membaca dan mendengarkan al-qur’an, melakukan hal yang baik-baik, menjaga tingkah laku. Karena janin yang ada dalam kandungan seorang ibu bisa merasakan apa yang dilakukan oleh ibunya maka lakukanlah hal-hal yang baik.
  • Bergerak
Bergerak disini juga dibagi menjadi dua, yaitu bergerak untuk raga dan bergerak untuk jiwa. Bergerak untuk raga yaitu olahraga, olahraga disini olahraga yang ringan-ringan ya, seperti jalan-jalan, menggerak-gerakkan tubuh, bisa olahraga jongkok berdiri (mirip olahraga waktu SMA dulu) bagi yang pernah ngerasain sih hehe. Nah yang kedua bergerak untuk jiwa yaitu dengan mencari ilmu baik ilmu tentang rumah tangga yang bahagia, ilmu persalinan, dan ilmu agama. Yakinlah teman tidak ada hal yang indah selain berada di jalur Allah. Yang terakhir mencari lingkungan yang mendukung untuk menjadikan pribadi lebih baik salah satunya berkumpul dengan orang shalih/shalihah.

Sekian yang dapat saya bagikan seputar persiapan dalam melahirkan normal  yang menurut saya sangat penting untuk dipelajari bagi calon ibu-ibu cantik (ibu-ibu memang cantik yak haha), karena akan melahirkan generasi yang terbaik, generasi shalih/shalihah, dan keluarga yang bahagia dunia akhirat. so jangan takut lagi untuk melahirkan normal ya bu-ibu. Semoga bermanfaat ya. See you..

Salam,
Yogyakarta 17 Desember 2017/ 29 Rabiul Awal 1439 H

0 komentar:

Posting Komentar

ditunggu kritik dan sarannya ya,

 

diarypopi.com Template by Ipietoon Cute Blog Design