Friday, January 19, 2018

Orang Palembang


Wikipedia

Kemarin saya dan Octa (teman saya sewaktu SMA) ngobrol bareng sambil menikmati Es Oyen yang baru ngehits di kampungku haha, Es Oyen ini asalnya dari Bandung. Tapi kali ini saya bukan mau bahas tentang Es Oyen ya melainkan tentang orang Palembang. 

Seperti dua sahabat yang sudah lama nggak bertemu, tentu banyak cerita yang kami bicangkan dalam waktu yang cukup singkat (menjelang sore). Dan saya tertarik dengan cerita Octa yang menceritakan orang Palembang. Octa ini memang kuliah di Palembang mengambil jurusan Psikologi tentu dia lebih tau banyak hal tentang Palembang ketimbang saya.

Terakhir saya ke Palembang kapan ya? *saya lupa. Kayaknya Oktober 2017 kemarin itu pun hanya sebentar, mampir kerumah wawak (kakaknya ibu) terus lanjut ke bandara Sultan Mahmud Badarudin menuju Bangka Belitung (menghadiri nikahan sepupu). Kadang saya nggak pede mau bilang orang Sumatera Selatan, soalnya saya kurang paham kalo ditanya tentang Sumatera Selatan khususnya Palembang. Apalagi kalo nyebutin Sumatera Selatan pasti orang-orang bakal ingat Palembang dan Pempeknya.hihi

Nah kemarin Octa banyak cerita tentang orang-orang di Palembang, yang sebelumnya cerita yang dia ceritakan sudah sering banget saya dengar. Jadi saya agak sedikit geram.

“Wong Palembang tambah maju bae sekarang, banyak yang ke klinik kecantikan untuk nirusin muko, kebanyakan lah ado mobil galo, ntah nak wong kayo apo idak pokoknyo ado mobil, yang penting begaya”

Kalimat-kalimat seperti ini sudah sering saya dengar, kalo kata orang Palembang sendiri namanya “besak segek”, terus banyak yang bilang juga kalo mau menikah dengan gadis Palembang harus meyiapkan uang (mahar) yang tidak sedikit, ada juga temanku yang bilang jumlah rupiahnya ditentukan sesuai dengan title atau gelar si gadis. Aaaaaaakh kayak jualan hp aja !

Ada juga fakta tentang orang Palembang kalo ngomong nggak bisa santai, hoaaa saya mengakui sih memang rata-rata orang sumatera kalo berbicara nadanya agak sedikit keras, tapi yakinlah itu hanya ciri khas saja tidak maksud untuk marah-marah atau menyakiti. Kadang hatinya heloo kitty, lembut. Hiyyaa :D

Indonesia memiliki beragam suku dan budaya yang berbeda-beda, disitulah indahnya keberagaman. Menyikapi hal-hal diatas kembali kepada kita yang menilai. Tidak semua orang Palembang seperti yang dikatakan di atas, kita tidak bisa menyalahakan orang-orang Palembang hanya karena bertemu dengan satu atau dua orang yang memiliki sifat tidak bagus.

Sama seperti saya, dulu saya menganggap orang Timur itu lebih keras dan kasar dari orang sumatera, karena saya hanya melihat sekilas saja, langsung menjustifikasi seolah saya yang paling benar (mohon jangan ditiru). Hingga saya dipertemukan bermacam-macam asal orang, membuat saya sadar bahwa jangan mudah menilai orang lain hanya sekilas tanpa mengetahui lebih dalam tentang orang tersebut.

Sejatinya, setiap tempat pasti memiliki sisi baik dan buruknya, apalagi soal mahar pernikahan untuk gadis Palembang, tidak semuanya seperti itu, itulah sebabnya dasar kita memilih apa pun adalah agama islam, bukan melihat asalnya, anak siapa, dari mana, keturunannya, tapi yang paling utama adalah agamanya (imannya) itulah tips memilih pasangan dunia akhirat yang diperintahkan oleh islam. Ehmm bukan pasangannya aja loh ya ini berlaku untuk semua keadaan.

Logat bicara orang Palembang yang memiliki nada agak keras, itu sudah menjadi ciri khas sama kayak orang Timur, kembali lagi ke kita, bukan melihat nadanya tapi apa yang dikatakannya. Saya sangat suka nonton yutub dari seorang youtuber Gita Savitri Devi aku (@Gitasav), vlog dia menginspirasi banget, orangnya tegas, kalo ngomong apa adanya dan berisi. Saya baru tahu kalo Gita aslinya juga dari sumatera selatan tepatnya di daerah Lintang-Lahat.

Yang saya ceritakan hanya sebagian kecil tentang orang Palembang, intinya saya hanya menyampaikan bahwa kita tidak layak menjudge orang lain tanpa tahu lebih dalam tentang orang tersebut, perbedaan adalah warna, kita akan mendapatkan sisi baiknya kalau kita melihat kebaikan-kebaikannya. Tapi kan…faktanya dia memang kayak gitu, kayak gini. Yah cara terbaik adalah dengan cara mendoakannya. Bisa jadi orang yang paling buruk saat ini adalah orang yang paling baik dimasa depan.

Ohya, kalo ada yang bingung saya orang mana? Saya asli Sumatera Selatan tepatnya di Kabupaten Lahat, namun rumah berada diposisi dekat dengan Kota Pagaralam. Tapi pemerintahannya masuk Kabupaten Lahat, ke Lahat kalo mau ngurus-ngurus yang berhubungan dengan pemerintah kayak KTP, surat-menyurat, etc. Yah gitulah pokonya ya, saya juga bingung haha. Fyi, saya cukup lama tinggal dan menjelajah di Bengkulu, makanya saya lebih paham Bengkulu :D

Kamu punya temen orang Palembang ? certain dikomentar dong gimana kisah pertemanan kalian hehe 

Salam,


1 comment:

ditunggu kritik dan sarannya ya,