Sunday, March 4, 2018

Rasanya Ingin Menyerah

Setiap manusia pasti pernah merasakan kegalauan, ya kan? karena kehidupan ini dihadirkan penuh dengan masalah dan tantangan tentu saja sudah menjadi tugas kita untuk menyelesaikan semua itu. beberapa hari yang lalu saya sempat galau *akucurhat karena satu hal.

Foto : google.com

Jadi ceritanya begini, setiap selasa dan kamis pagi saya ikut belajar tahsin. tahsin itu belajar membaca qur'an dengan tajwid yang baik dan benar. dulu saya salah besar sudah menganggap diri ini bisa membaca qur'an karena pernah belajar mengaji di TPQ sejak SD hingga SMP terus gak mau menggali ilmunya lagi (udah ngerasa cukup dan itu salah besar). 

Di Bengkulu saya pernah belajar tahsin di SD IT Rabbani, tapi hanya satu periode saja saya juga lupa itu masuk kelas yang mana tapi kayaknya masih kelas dasar. terus di Jogja saya ikut lagi karena ingin belajar lagi dan disini juga banyak banget kegiatan anak-anak muda di masjid salah satunya tahsin ini.

Periode pertama kemarin saya ikut sampai selesai hingga ujian, dan lulus bisa melanjutkan ke tingkat selanjutnya. saya rasa karena saya pernah mendapatkan materi tahsin sebelumnya di Bengkulu jadi seperti mengulang saja.

Lanjut awal Februari kemarin ke tahsin 2 namanya. alhamdulillah awal pertemuan lancar-lancar saja, dan tiba saatnya disuatu pertemuan saya dihadapkan dengan materi yang sangat sulit untuk saya pahami, mbaknya yang mengajar sampai berulang kali mendengarkan saya mengulangi materi tersebut, dan banyak teman-teman yang antri untuk didengarkan bacaannya, karena saya belum bisa-bisa jadi agak lama dan mungkin teman-teman pada kesal.

Dalam hati saya sedih banget, sedih kenapa? sedih, ngerasa gak dapat kemudahan dalam belajar. mbak yang ngajar terus kasih semangat dan bilang "semangat mbak, sering diulang-ulang ya, besok saya tes lagi". Fyi, materinya itu tentang "IKHFA" yaitu apabila ada Nun Sukun ( نْ ) atau tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) bertemu dengan huruf hijaiyah yang jumlahnya ada 15, ikhfa maknanya menyamarkan atau menyembunyikan huruf Nun Sukun dan juga tanwin masuk ke dalam huruf sesudahnya.

Ketika pulang, saya rasanya ingin menangis, ingin nyerah gak mau datang lagi besok-besoknya buat belajar. tapi saya bukan tipe orang yang mudah untuk mengambil keputusan, saya terus berpikir menimbang semua resiko yang akan terjadi, kalo saya lanjut saya harus belajar lebih giat dan kalo saya berhenti artinya saya akan menjadi orang yang tidak mau belajar dan lari dari masalah.

Singkat cerita, sore itu saya video call sama ibu. awalnya gak mau cerita kalo lagi galau. tapi diceritain juga, karena tempat saya curhat itu ke ibu, saya bilang ke ibu kalo saya gak mau lagi belajar tahsin, saya malu kayaknya cuma saya yang gak bisa, teman-teman yang lain semuanya sudah bisa. terus ibu bilang "kalau kamu berhenti artinya kamu gak bakal bisa selamanya, itulah namanya belajar, belajar itu sampai kapan pun, sampai nanti kita mati apalagi mempelajari al-qur'an". saya ngerasa tertampar dan diajak untuk bangkit lagi.

Saya juga mengingat kembali beberapa tahun lalu saya juga sempat punya masalah yang sama, bedanya dulu saya menangis dan ingin menyerah belajar bahasa inggris. ngerasa paling bodoh, gak bisa apa-apa, kebanyakan diam, ujian gak pernah lulus, pokonya ngerasa paling hina banget. akhirnya saya bangkit memasang muka tembok untuk belajar, ngoceh kayak orang gila, beli kamus, sering nonton apapun yang berbau bahasa inggris. semakin saya rutin semakin saya mendapatkan kenikmatannya, dan hingga saat ini saya selalu senang belajar bahasa inggris meskipun masih sering kesulitan.

Saya semakin semangat untuk survive karena saya yakin kalo kita sungguh-sungguh pasti kita bisa, harusnya saya belajar dari kejadian belajar bahasa inggris, harusnya saya lebih sedih ketika saya tidak bisa membaca qur'an dengan baik dan benar, harusnya saya lebih galau ketika tidak diberikan kemudah untuk mempelajri ilmu agama islam.

Hingga beberapa hari kemarin saya belajar, mengulang-ulang membacanya, mendengarkan lewat youtube, dan minta kemudahan kepada Allah.

Saya selalu ingat kata seseorang "guru itu hanya sebagai perantara untuk kita belajar, tapi atas kehendak-Nya lah kita dijadikan untuk bisa, jangan lupa untuk selalu berdo'a minta diberikan kemudahan dalam belajar. belajar apa pun itu".

Buat teman-teman yang baca tulisan ini maafkanlah jika saya curhat di postingan kali ini tapi semoga ada manfaatnya ya, kita saling mendoakan ya agar selalu dimudahkan langkah dan niat baik kita. jangan pernah menyerah ketika medapat kesulitan, menangis seperlunya saja, bersedih sekedarnya saja, kemudian bangkitlah, melangkahlah dengan sungguh-sungguh karena man jadda wajada (barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil, inshaAllah).

Salam,

No comments:

Post a Comment

ditunggu kritik dan sarannya ya,