Kamis, 17 Januari 2019

SHARE YOUR HAPPINES

Zaman sekarang tempat membagikan segala bentuk ungkapan perasaan sudah terwadahi oleh media sosial bukan? Entah itu perasaan sedih, senang, galau, berbagai rasa. Jarak yang jauh tidak menghalangi kita untuk membagikan apapun yang kita alami, termasuk kebahagiaan. Sejauh ini banyak pengguna media sosial nge-share kebahagiaan mereka. Yah termasuk saya, memfilter apa yang akan dibagikan di media sosial dengan membagikan kebahagiaan.

edit by canva
Hari ini saya dapat ilmu baru, di kajian masjid Nurul Ashri Yogyakarta yang rutin mengadakan kajian setiap hari. Tema hari ini “Share Your Happines” dengan ustadz Ransi Al Indragiri. Fyi, masjid ini selalu ramai oleh mahasiswa dan selalu ada kajian. Jadi teman-teman bisa datang setiap sore atau bisa cek dulu di instagram masjid Nurul Ashri.

Nah balik lagi, apakah semua kebahagiaan yang kita dapatkan harus semua kita bagikan? Lalu bagaimana cara membagikan kebahagiaan?

Gengs, mungkin selama ini kita banyak salah pengertian, membagikan kebahagiaan tak melulu soal postingan kita di media sosial. Misalnya memposting sedang makan enak, sedang liburan, pokonya kegiatan bahagia yang kita alami. Loh jadi gimana? Hmmmm, saya juga baru menyadari ternyata sesederhana itu. Membagikan kebahagiaan adalah bentuk ungkapan rasa syukur kita atas nikmat Allah.

Di dalam al-qur’an surah Ad-Duha:11 disebutkan “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

Kita bisa menyebarkan atau membagikan kebahagiaan dengan tersenyum ketika bertemu dengan orang lain dengan wajah yang berseri-seri, mengatakan kata-kata yang positif, kalimat-kalimat yang optimis, kata-kata yang penuh syukur, dan dilakukan dengan amal perbuatan misalnya membantu orang lain, bersedekah, dan amal solih lainnya.

Lantas bagaimana dengan membagikan kebahagiaan di media sosial? Tidak masalah selagi yang kita bagikan dapat memotivasi orang lain untuk melakukan kebaikan, tidak masalah jika yang kita bagikan orang lain ikut merasakan kebahagiaan juga. Semua tergantung dengan niat kita, dan yang tau hanya kita dan Allah. Jika memang suatu kebaikan maka segerakanlah, bagikanlah.

Apakah semua kebahagiaan bisa dibagikan? Jawabannya tidak, ada beberapa hal yang tidak boleh dibagikan. Yaitu khitbah (lamaran) sebelum ada akad nikah maka khitbah atau lamaran tidak boleh diberitahukan ke orang lain walaupun itu adalah sebuah kebahagiaan (teman-teman bisa cari sendiri ya alasannya apa, dan tanyakan kepada orang yang tepat ya), kemudian kebahagiaan suami dan istri, tentang harta, pokoknya kebahagiaan yang boleh dibagikan adalah kebahagiaan yang memotivasi dan yang tidak menimbulkan hasad dan dengki.

Gengs, tulisan ini menjadi pengingat untuk diri saya sendiri, menjadi alarm untuk saya pribadi. Gempuran dunia maya yang semakin merajalela, harus menjadikan diri kita waspada, memilih apa yang kita bagikan, memilih apa yang baca dan follow.

Media sosial ibarat sebuah mata pisau, bisa menjadi salah jika gunakan untuk membunuh orang lain, akan baik jika digunakan untuk memasak di dapur. Semuanya ada pada diri kita, ingin diapakan pisau tersebut, yang jelas harus digunakan sebaik-baiknya, yess.

see you...

0 komentar:

Posting Komentar

ditunggu kritik dan sarannya ya,

 

diarypopi.com Template by Ipietoon Cute Blog Design