Senin, 02 September 2019

Suka Duka Tesis


Alhamdulillah, rasa syukur tak henti-hentinya aku ucapkan kepada Allah SWT, kalau bukan karena pertolongan-Nya aku takkan bisa menyelesaikan study S2 ini. Tahun 2017 lalu sudah meniatkan diri untuk melanjutkan kuliah, aku masih ingat sekali bagaimana aku berjanji kepada diri sendiri apapun yang terjadi aku harus memberikan yang terbaik.
Dua tahun berlalu, benar saja dalam perjalanan aku benar-benar terseok-seok, apa hanya aku yang merasakan ini? Pernah nangis sejadi-jadinya, pernah nangis setiap sholat sampe basah mukenah ku, tapi yang orang liat, i’m fine, i’m happy, i’m okay. Yah bahkan keluarga sengaja tak ku beritahu ketika aku sedang bersedih apalagi orang lain, sangat tidak perlu.

Kenapa aku merasa sangat berjuang? Banyak banget rintangan, bagiku Jogja adalah lingkungan yang baru untukku, dikenal dengan sebutan kota pelajar, orang-orang disini benar-benar bersungguh-sungguh dalam belajar, dari berbagai daerah di Indonesia, membuatku harus lebih cepat untuk beradaptasi, dari bahasa, kebiasaan, makanan, lingkungan, kemampuan kognitif, dan lainnya.

Alhamdulillah kuasa Allah, aku dipertemukan dengan orang-orang yang masyaAllah baik-baik banget. Pelan-pelan aku jadi nyaman sambil terus berjuang menyelesaikan tugas ini.

Selama dua tahun harus menempuh 40 SKS mata kuliah, dan tesis sudah digarap sejak semester dua, hal yang cukup melelahkan karena menulis karya ilmiah tidak semudah menulis sebuah novel hehe. Selain membutuh pikiran dan energi, biaya yang dikelurkan untuk penelitian juga tidak sedikit hmmm, apalagi penelitian yang aku ambil adalah jenis penelitian pengembangan. Lengkap sudah aku harus belajar IT (pengembangan media), belajar tentang kurikulum pendidikan, belajar pula materi disekolah yang aku ajarkan dalam penelitian. Nikmatin, so enjoy.. pura-pura gak ada apa-apa :D

Berapa kali aku nangis? Sudah gak terhitung, stress hingga berat badanku turun sampe 7 kg, wowww sedih kan ya, tapi itulah kenyataannya.  Setiap kali ketemu orang pasti bilang “kok kurusan sih, ya Allah kamu kurus banget, kok kamu kurus banget” dan kalimat sejenisnya. Gimana perasaan lo? Eh aku. Udah beban banyak mikirin tesis ditambah “komentar orang” yah dikuatin-kuatin aja. Aku ambil pelajaran aja sih untuk diri sendiri biar gak mudah kasih “komentar” ke orang lain, kita gak pernah tau kan apa yang sedang orang lain perjuangkan, hidup orang punya versi yang beda-beda. Kalo kita ketemu temen mending tanya kabar dan saling mendoakan, gak perlu komentar apapun tentang dia meski niatnya cuma bercanda, yesss...

Kadang komentar orang bikin orang lain kepikiran juga, jadi nambahin pikiran orang aja kan. Aku juga udah usaha banget biar naikin berat badan lagi, yah tapi kan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. So penting banget buat kita belajar untuk gak “ngatain orang” dalam bentuk apapun. Setuju?

Satu lagi nih, sekarang aku udah bisa nerima kekurusan ini karena suport suami, awalnya aku takut kan ya suami gak terima kalo aku kurus, eh malah kakak kasih suport “gapapa, ntar bisa gendutan lagi” eh eh emang aku pernah gendut? Ternyata maksudnya yang sedang-sedang aja. Haha ya ideal kan maksudnya? Iyaaaaaaaaa :D

Gais, tulisan ini random banget gak sih, udah kemana-mana. Aku kan mau cerita suka duka dunia pertesisan. Iya intinya perjuangan aku menyelesaikan S2 ini gak mudah, banyak nangisnya, banyak ngeluhnya, banyak stressnya. Tapi aku jalan terus aja, hadapin aja, jangan lari dari kenyataan. Didalam halangan dan rintangan itu banyak banget Allah selipkan kasih sayang-Nya yang menjadikan kita semakin kuat, memanjangkan kesabaran, memperbanyak rasa syukur, dan belajar banyak hal.

Ucapan terimakasih ku juga untuk kedua orang tua, bapak ibu mertuaku, suami tercinta, keluarga besar, dan teman-teman di Jogja yang baik banget sudah membantu disetiap proses selama kuliah.

Oya, dulu kan waktu S1 aku pernah menulis tentang skrpsi yang judulnya "Sebenarnya Tidak Semenakutkan itu (Skripsi)" klik disini aja ya untuk baca, aku beruntung banget tahun 2016 lalu nulis ini, aku baca ulang disaat aku down ngerjain tesis jadi semangat lagi buat lanjut meneyelesaikan tesis ini.

Jadi ditulisan kali ini aku gak akan share tips-tips ya, cuma cerita aja nih. Karena tipsnya hampir sama kayak tulisan aku di perjuangan skripsi.

Gais, doain aku rajin ngbeblog lagi ya, biar bisa berbagi banyak lewat tulisan. Jujur aku gak peduli seberapa banyak yang baca tulisan aku, yang penting ada manfaatnya, khusunya buat diri aku sendiri, jadi moodboster  banget karena bisa dibaca ulang untuk ngingetin diri sendiri.

Nah buat teman-teman yang sudah baca, terimakasih ya, salam sayang dari aku. Ambil baiknya dan buang yang gak baiknya, oke.

Yang punya blog boleh banget tinggalkan jejak kalian di kolom komentar, biar aku bisa kunjungin balik blognya.

See you...

0 komentar:

Posting Komentar

ditunggu kritik dan sarannya ya,

 

diarypopi.com Template by Ipietoon Cute Blog Design